News Update
- Sate Petir Pak Nano: Disambar Sate Petir Racikan Pak Nano yang Bikin Ketar-ketir
- Sagoo Kitchen: Gurih Mantap! Nasi Goreng Kunyit Ayam Bledos di Resto Jadoel
- Melewati Garut? Jangan Lupa Makan Enak Dulu di 5 Tempat Ini
- Hotel Indonesia Natour Raih Penghargaan dari ITTA Foundation
- Beda Tahu Petis Bandung yang Dicicip Jokowi dengan Tahu Petis Semarang
- Redjeki Kuliner: Malas Masak? Pesan Saja Ayam Goreng dan Sayur Lodeh Enak Ini
- Sumber Bestik Pak Darmo: Empuk Gurih Bestik Lidah yang Menggoyang Lidah
- Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Bergaya Kekinian di 'Cafedangan'
Gua Tabuhan
- Kabupaten Bangkalan
- Kabupaten Banyuwangi
- Kabupaten Blitar
- Kabupaten Bojonegoro
- Kabupaten Bondowoso
- Kabupaten Gresik
- Kabupaten Jember
- Kabupaten Jombang
- Kabupaten Kediri
- Kabupaten Lamongan
- Kabupaten Lumajang
- Kabupaten Madiun
- Kabupaten Magetan
- Kabupaten Malang
- Kabupaten Mojokerto
- Kabupaten Nganjuk
- Kabupaten Ngawi
- Kabupaten Pacitan
- Kabupaten Pamekasan
- Kabupaten Pasuruan
- Kabupaten Ponorogo
- Kabupaten Probolinggo
- Kabupaten Sampang
- Kabupaten Sidoarjo
- Kabupaten Situbondo
- Kabupaten Sumenep
- Kabupaten Trenggalek
- Kabupaten Tuban
- Kabupaten Tulungagung
- Kota Batu
- Kota Blitar
- Kota Kediri
- Kota Madiun
- Kota Malang
- Kota Mojokerto
- Kota Pasuruan
- Kota Probolinggo
- Kota Surabaya
Menurut cerita masyarakat sekitar, gua Tabuhan yang ditemukan oleh Kyai Santiko yang kehilangan lembu dimana lembu tersebut masuk ke gua. Lembu itu tidak ingin keluar dari gua, karena menyimpan banyak airyang berasal dari akar. Setelah belukar dibersihkan, perawatan gua diambil oleh Raden Bagus Joko Lelono dan puteri Raden Ayu Mardilah.
Gua ini disebut Tabuhan karena suara musik lokal seperti bermain asalnya dengan memukul stalaktit yang menghasilkan suara musik. Gua itu sangat spektakuler, dengan stalakmit mencapai setinggi 50 meter yang dibentuk oleh titisan air dari atap gua.
Disebut sebagai gua Tabuhan karena jika dipukul akan menghasilkan suara seperti irama musik Jawa (gamelan). Gua ini terletak di desa Wareng, Punung kabupaten sekitar 40 km dari kota Pacitan ke arah barat. Fasilitas seperti mushola dan toko suvenir.
http://www.eastjava.com/
Gua ini disebut Tabuhan karena suara musik lokal seperti bermain asalnya dengan memukul stalaktit yang menghasilkan suara musik. Gua itu sangat spektakuler, dengan stalakmit mencapai setinggi 50 meter yang dibentuk oleh titisan air dari atap gua.
Disebut sebagai gua Tabuhan karena jika dipukul akan menghasilkan suara seperti irama musik Jawa (gamelan). Gua ini terletak di desa Wareng, Punung kabupaten sekitar 40 km dari kota Pacitan ke arah barat. Fasilitas seperti mushola dan toko suvenir.
http://www.eastjava.com/

Provinsi
